“Belukar Menjadi Syiar”, SMAN 1 Tenggarang Wujudkan Sekolah Ketahanan Pangan

Bondowoso — Komitmen SMAN 1 Tenggarang dalam mendukung program ketahanan pangan nasional diwujudkan melalui program bertajuk “Belukar Menjadi Syiar”. Program ini menjadi salah satu inisiatif unggulan sekolah dalam memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif untuk pertanian dan perkebunan sederhana.

Sebagai bagian dari Forkopimda Kecamatan Tenggarang, SMAN 1 Tenggarang menerima kunjungan dari berbagai instansi pada Jum’at, 13 Juni 2025 lalu, antara lain dari Polsek Tenggarang, Puskesmas Tenggarang, Koramil Tenggarang, Kelurahan Tenggarang, Kecamatan Tenggarang, dan KUA Tenggarang. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung implementasi program ketahanan pangan yang digagas oleh sekolah.

Para tamu disambut hangat dan diajak berkeliling ke area belakang sekolah, yang sebelumnya hanyalah lahan penuh semak belukar. Kini, lahan tersebut telah disulap menjadi kawasan pertanian sederhana yang ditanami berbagai jenis sayuran seperti terong, cabai, dan pohon pisang. Pada momen kunjungan ini, dilakukan pula panen perdana buah pisang dan beberapa sayuran oleh para tamu undangan.

Selain panen, para tamu juga berpartisipasi dalam kegiatan pembuatan jalan akses batu di area pertanian, dibantu oleh siswa-siswa SMAN 1 Tenggarang. Acara kemudian ditutup dengan momen bersejarah berupa panen perdana padi, dilanjutkan dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan kemandirian pangan.

Pengawas Pembina SMAN 1 Tenggarang, Dr. Tikno Anianto, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini:

“SMAN 1 Tenggarang ditunjuk sebagai sekolah ketahanan pangan karena mampu menyediakan fasilitas pembelajaran nyata kepada siswa mengenai penyediaan pangan. Kita harus mendukung supaya ketahanan pangan kita menjadi lebih kuat.”

Kapolsek Tenggarang, IPTU Suminar, S.H. juga memberikan tanggapannya, “Semoga program yang dilaksanakan oleh SMAN 1 Tenggarang ini dapat menjadi contoh untuk sekolah lain dan juga menginspirasi masyarakat dalam menyukseskan program pemerintah pusat, yaitu ketahanan pangan.”

Dari sektor kesehatan, perwakilan Puskesmas Tenggarang menambahkan, “Program ini sangat bagus untuk mendukung kesehatan. Sayur dan buah yang dihasilkan bisa menjadi konsumsi sehat bagi siswa. Saran kami, mungkin bisa ditambah dengan sumber protein seperti ikan tawar agar lebih lengkap.”

Program “Belukar Menjadi Syiar” bukan hanya menjadi proyek penghijauan dan ketahanan pangan, melainkan juga wahana pendidikan karakter, kerja sama, dan kemandirian bagi siswa. SMAN 1 Tenggarang membuktikan bahwa sekolah bisa menjadi pusat pemberdayaan masyarakat dan pelopor ketahanan pangan lokal. (jai)

Tinggalkan Balasan