SMASGA – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 H, SMAN 1 Tenggarang Bondowoso kembali melaksanakan kegiatan rutin tahunan berupa pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda administratif, tetapi juga sebagai bentuk pembelajaran nyata tentang kepedulian sosial dan penyucian diri bagi seluruh warga sekolah.
Proses pengumpulan zakat fitrah dilaksanakan mulai 26 Februari hingga 6 Maret 2026 di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak memahami bahwa dalam setiap harta yang dimiliki terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan, khususnya bagi mereka yang membutuhkan.
Zakat sebagai Penguat Ukhuwah
Puncak kegiatan penyaluran zakat fitrah dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026. Zakat yang telah terkumpul kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima (mustahik). Penyaluran difokuskan kepada warga di Desa Tenggarang, Desa Bataan, serta beberapa desa di sekitar lingkungan sekolah.

Kepala SMAN 1 Tenggarang, Priyanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan zakat fitrah ini merupakan bagian dari upaya menanamkan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan kepada para siswa. Menurutnya, zakat fitrah tidak hanya berfungsi sebagai penyempurna ibadah puasa, tetapi juga sebagai sarana membersihkan jiwa dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
“Melalui kegiatan ini kami berharap siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual serta rasa empati yang tinggi terhadap masyarakat sekitar,” ujarnya saat ditemui di lokasi penyaluran zakat.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan berbagi kepada masyarakat di Desa Tenggarang, Bataan, dan wilayah sekitarnya merupakan bentuk nyata upaya mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus pengabdian sosial sekolah kepada masyarakat.
Proses penyaluran zakat berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Para penerima manfaat menyambut dengan rasa syukur atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh keluarga besar SMAN 1 Tenggarang.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat menanamkan nilai-nilai kesalehan sosial kepada para siswa, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang peduli, dermawan, serta memahami pentingnya berbagi kepada sesama.
Semangat berbagi ini sejalan dengan ajaran Islam yang menegaskan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain. (elf)
