Bondowoso – Sirine terdengar memecah suasana tenang di SMAN 1 Tenggarang pada pukul 11.30 WIB, Kamis, 24 April 2025. Namun, ini bukan keadaan darurat sesungguhnya, melainkan bagian dari Simulasi Siaga Bencana dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2025.

Kegiatan ini diinisiasi oleh tim kesiswaan, melibatkan seluruh siswa, guru, staf, serta tim Double Track Videografi yang bertugas mendokumentasikan kegiatan untuk dilaporkan ke BPBD.
Simulasi dimulai dengan peringatan gempa oleh Pak Muzanni, S.Pd.I, yang menandai potensi gempa, disusul suara sirine sebagai tanda datangnya bahaya. Para siswa diminta untuk tidak panik dan segera melakukan evakuasi menuju lapangan SMASGA.
Pak Muzanni juga menyampaikan, “Harapannya menanamkan kesiapsiagaan untuk menjaga diri dari berbagai bencana.” Pesan ini menjadi pengingat bahwa bencana bukan sekadar teori, melainkan peristiwa nyata yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena itu, kewaspadaan harus menjadi bagian dari keseharian kita.
Melalui simulasi ini, SMAN 1 Tenggarang berharap seluruh warga sekolah semakin tanggap, sigap, dan siap menghadapi segala kemungkinan yang ada. (dona/jai)
